Sekarang kami menjalin hubungan. Apa yang kami jalani selama hampir setahun ini baik-baik saja. Segalanya terasa menyenangkan. Bergandengan tangan, berjalan menyusuri jalan, tertawa bersama, melihat bulan paruh bersama, segalanya terasa begitu menyenangkan.
Terkadang ketika risaunya datang, celotehnya kian intensif. Pada saat itu juga aku harus memberikannya telingaku dan mendengarnya bercerita. Namun pada saat itu pula aku merasa aku benar-benar berguna.
Dia adalah gadis yang manis.... baik.... penyayang....
Dalam setiap tuturnya aku bisa merasakan ketulusan....
Dalam setiap perkataannya aku bisa merasakan kepolosan hati seorang gadis kota....
Dalam setiap keluhannya aku bisa merasakan betapa dalam apa yang dia rasakan....
Dalam setiap celetuknya aku bisa merasakan sebutir alasan kuat untuk tertawa....
Dalam setiap nada yang dia lantunkan aku bisa merasakan bibirku tertarik untuk menyeringai bahagia....
Dia adalah salah satu alasan kuat untukku bersyukur....
Dia membuatku mensyukuri,
Mata yang bisa melihat manis senyumnya....
Telinga yang bisa mendengar keluh kesahnya....
Hidung yang bisa mencium wanginya....
Lidah yang bisa merasakan apa yang dimasakkannya....
Tangan yang bisa menggenggam tangannya saat tersesat....
Nafas yang bisa membuatku tetap hidup dan mendampinginya saat kesepian....
Allah Tuhanku....
Lindungilah dia....
Lindungilah dia dari rasa sakit....
Lindungilah dia dari perihnya tergores paku....
Lindungilah dia dari mimpi buruk....
Jadikanlah selalu dia kekasih-MU....
Jadikanlah dia wanita yang membenarkanku saat khilaf....
Jadikanlah dia wanita yang mendorongku saat tertambat....
Jadikanlah dia wanita yang mengangkatku saat terjatuh....
Jadikanlah dia wanita yang menunjukkan jalan saat aku tersesat....
Percaya atau tidak, sekitar tiga tahun yang lalu ketika kita mengenyam sekolah di tempat yang berbeda dan berdinding jarak puluhan kilometer satu sama lain. Saat itu kita beradu dalam kompetisi tari. Dia dengan modern dancenya dan aku dengan tari tradisional Turkiku. Dia mendapatkan juara satu sementara aku berada di tempat kedua. Saat itu kami tidak mengenal satu sama lain. Setelah kita berdua dekat, sekitar setahun yang lalu, barulah kami menyadari kami pernah berada di event yang sama. Tampaknya dunia begitu kecil. Sekian tahun tak bertemu setelah memang tidak kenal satu sama lain, akhirnya kita bertemu dan bahkan menjalin hubungan. Kebetulan ataukah sudah tergaris....? Hanya Tuhan yang tahu....
"Segala sesuatu tak ada yang tahu, namun sudah tergariskan dengan sangat detail. Mati, hidup, cinta, rejeki, karir, persahabatan... Beberapa bisa kita usahakan dan beberapa tidak.... Tuhan-lah Yang Maha Kuasa... Nikmati apa yang kau dapatkan hari ini dan bersyukurlah kau masih memiliki nikmat karunia mencintai dan dicintai meskipun terkadang semuanya terlihat abstrak." (Daris)
Dialah yang hampir setahun ini bersamaku dan membuatku bersyukur akan kesempatan setiap fajar menyingsing yang masih bisa kulihat setiap paginya....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar