Minggu, 07 Oktober 2012

Permasalahan Sampah Kota



BAB 1

PENDAHULUAN


1.      LATAR BELAKANG

Sampah merupakan hal yang umum ada dalam kehidupan manusia. Di manapun itu, semua kalangan masyarakat pasti sudah akrab dengan yang namanya sampah. Apalagi warga yang tinggal di bantaran sungai kota kota besar, pasti sudah akrab sekali dengan benda yang satu ini. Selain mengeluarkan bau yang tidak sedap, sampah juga menjadi sarang dari berbagai macam kuman dan bakteri, sementara itu, sampah juga pasti memperjelek pemandangan. Penampungan sampah belakangan ini sudah sangatlah penuh dan kurang bisa menampung lagi konsumsi sampah dari pemakaian barang masyarakat yang semakin menggunung. Belum juga dengan masalah baru yang ditimbulkan oleh sampah sampah anorganik yang susah terurai yang bisa merusak ekosistem. Sudut-sudut kota juga sudah pasti bisa ditemukan sampah di sana yang tentunya akan memperburuk suasana kota. Pemerintah sudah selayaknya memperhatikan secara seksama bagaimana pemecahan masalah klasik yang satu ini.

2.      TUJUAN DAN SASARAN

Sudah kita ketahui bahwa sampah adalah masalah klasik yang pasti ada di setiap wilayah ataupun kota.
Jadi, tujuan saya adalah sebagai berikut :
Sampah yang mengotori sungai-sungai di kota besar bisa tertanggulangi. Sampah yang sampai ke penampungan sampah atau tempat pembuangan akhir tidak membuatnya semakin overload.
Mengefektifkan daur ulang sampah untuk sampah-sampah yang sukar terurai.
Sudut kota bukanlah lagi menjadi tempat pembuangan sampah.
Pemanfaatan dari sampah yang ada.

Sasarannya adalah dengan melakukan berbagi langkah atau cara yang bias dibilang juga sebagai solusi, segala permasalahan sampah bias terselesaikan.

3.      RUMUSAN MASALAH

-       Bagaimana cara menanggulangi sampah yang mencemari sungai-sungai kota besar?
-       Apa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penuhnya tempat-tempat penampungan sampah dan tempat pembuangan akhir?
-       Bagaimana cara untuk mengatasi sampah anorganik yang sukar terurai?
-       Bagaimana mengatasi sampah-sampah yang tercecer di sudut-sudut kota?
-       Bagaimana memanfaatkan sampah yang ada?


4.      SISTEMATIKA PENULISAN

BAB 1 PENDAHULUAN
                Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, dan sistematika penulisan. Di dalam bab ini dibahas mengenai mengapa tulisan ini dibuat dan pertimbangan-pertimbangan sasaran dan permasalahan yang hendak di pecahkan.
BAB 2 PEMBAHASAN
               

BAB 2

PEMBAHASAN

1.      PEMBAHASAN

Sampah sudah menjadi hal klasik yang pasti sudah akrab pula dengan semua orang. Belakangan sampah menjadi masalah serius yang bisa dibilang menjadi penyakit kota-kota, terutama kota besar.
Jakarta sebagai ibukota Indonesia juga dihadapkan dengan permasalahan yang satu ini. Bisa kita ambil satu contoh, sungai Ciliwung. Sungai Ciliwung adalah sebuah sungai yang membelah Jakarta. Bisa kita bayangkan betapa kotor sungai tersebut dikarenakan sepanjang bantaran sungai, warga membangun permukiman. Dan hasilnya bisa kita lihat seperti sekarang ini. Sungai Ciliwung mengalami pendangkalan dan penyempitan. Tidak heran banjir menjadi masalah yang akrab dengan warga sepanjang bantaran. Belum juga diperparah dengan warga yang kurang tertib dan minim kepedulian lingkungan. Sampah rumah tangga dibuang di sungai tersebut. Memprihatinkn memang, manun itulah yang sudah menjdi realitas bantaran Sungai Ciliwung sekarang ini.
Permasalahan sampah tidak hanya berhenti di situ saja. Bisa kita lihat sekarang kondisi tempat pembuangan akhir sampah yang mulai penuh oleh sampah konsumsi warga. Di masa lalu juga pernah terjadi bencana longsornya sebuah tempat pembuangan akhir di jawa barat. Hal itu dikarenakan tempat pembuangan akhir yang sudah penuh namun tetap saja dipaksa untuk dijejali dengan lebih banyak lagi sampah. Tak heran apabila tumpukan meninggi menjadi gunung sampah dan dengan kondisi yang jelas labil menimbulkan sebuah longsor yang merenggut banyak jiwa. Tempat pembuangan sampah apabila dibandingkan dengan konsumsi sampah warga yang ada sudah tidak lagi memenuhi rasio kesetimbangan.
Sampah juga semakin menumpuk disebabkan oleh adanya sampah sampah anorganik yang sukar terurai, sehingga memenuhi tempat-tempat pembuangan akhir. Bisa kita bayangkan, sebuah sampah plastik akan bisa terurai sempurna dalam kurun waktu ratusan tahun, jadi bisalah kita bayangkan bagaimana kondisi lingkungan dan bumi kita di masa depan apabila tetap tidak ada solusi terhadap penggunaan barang plastik ini.
Kesadaran masyarakat kota akan kepedulian lingkungan juga masih minim. Bisa kita lihat di sudut-sudut kota bisa dipastikan ada sampah yang tercecer. Selain kesadaran masyarakat yang masih kurang, ketersediaan tempat sampah di lahan publik juga masih sangat minim. Dan hasilnya, kesadaran masyarakat yang kurang ditambah tempat sapah yang masih juga minim sama dengan lingkungan kota yang kotor. Bisa kita lihat sebagai contoh, kota bekasi yang dinobatkan sebagai kota terkotor di Indonesia.
Di Indonesia dan negara-negara berkembang pada umumnya, sampah yang ada akan dibuang seluruhnya. Jadi tidak menyisakan sampah yang bisa dimanfaatkan untuk bisa termanfaatkan. Hal itu jelas akan memperburuk kondisi lingkungan, dikarenakan sampah akan semakin bertambah dan memenuhi seluruh tempat.
Oleh karena itu, dengan pemikiran saya, ada beberapa pemecahan masalah untuk permasalahan-permasalahan tersebut.
1.       Masalah sungai yang menjadi obyek pencemaran lingkungan.
Apabila warga masih tetap saja tinggal di wilayah bantaran sungai, bukan tidak mungkin sungai akan mengecil dan mendangkal pada suatu saat. Apabila warga sudah meninggalkan bantaran sungai sebagai wilayah permukiman, bisa muncul harapan baru bagi sungai yang menjadi obyek. Dengan penyediaan lahan baru ataupun rusun bagi para warga, diharap wilayah bantaran sungai ditinggalkan untuk menjadi wilayah permukiman. Juga disediakan tempat-tempat sampah yang menjadi tempat pembuangan di sekitar sungai, sehingga warga tidaklah lagi membuang sampah di sungai.


2.       Penanggulangan penuhnya TPA
Minimnya  pemanfaatan sampah menjadi kendala semakin menumpuknya sampah di TPA. Ada beberapa solusi yang bisa kita pakai guna menanggulangi penunya TPA, di antaranya adalah penyediaan alat pengubah sampah. Jadi, sampah sampah organik dipilah dan diproses dengan hasil akhir pupuk. Selain mengurangi penumpukan sampah, hal ini juga bagus dalam segi ekonomi. Sampah yang hasilnya tidak ada harganya, berubah menjadi memiliki nilai ekonomi setelah dirubah menjadi pupuk. Dan khusus untuk sampah logam, disediakan alat untuk melelehkannya, sehingga logam yang dibuang tidak sia sia, dan bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku benda logam.
3.       Minimalisasi sampah plastik
Sampah plastik menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan. Banyak sekali hal di bumi ini yang menggunakan plastik sebagai bahan baku. Di Negara-negara maju, penggunaan plastik di swalayan ataupun tempat tepat perbelanjaan sudah diganti dengan kertas, di samping itu juga sudah banyak plastik yang berbahan baku organic, sehingga mudah untuk terurai.
4.       Penaggulangan sampah kota
Di samping kurangnya kesadaran warga akan kebersihan kota, ketersediaan tempat sampah di sudut-sudut kota menjadi dasar banyaknya sampah yang berceceran di setiap sudut kota. Pemerintah harus menyediakan lebih banyak lagi tempat sampah, supaya warga juga bisa sambil belajar peduli lingkungan. Apabila sudah tersedia tempat sampah, warga juga akan dengan sendirinya membuang sampah di tempat sampah, sehingga sampah yang tercecer di kota bisa diminimalisir.
5.       Pemanfaatan sampah
Daur ulang menjadi satu hal yang penting sekali dalam meminimalisir pencemaran oleh sampah. Di Negara Negara maju, banyak disediakan jenis tempat sampah dan tempat pendaur ulangan  sampah. Pengadaan tempat daur ulang sampah menjadi salah satu kunci pemanfaatan sampah yang ada. Sampah organic apabila diolah, akan menghasilkan pupuk yang pastinya  ramah lingkungan. Bbahan logam akan dicairkan dan bisa menjadi bahan baku benda nerbahan logam. Platik juga akan dilelehkan untuk bahan baku barang berbahan plastik.

2.      KESIMPULAN

Seperti apapun usaha pemerintah dan segencar apapun gerakan peduli lingkugan, tidaklah akan berhasil tanpa kesadaran tiap individu. Dan tak perlu risau orang lain, mulailah peduli lingkungan dari diri sendiri.

Jakarta hampir kehabisan lahan

Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) pernah melakukan riset soal ketersedian lahan untuk hunian di Jakarta. Hasil riset itu menyimpulkan pasokan tanah untuk kepentingan hunian akan habis pada 2013.
Deputi Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung mengatakan perhitungan itu sudah dilakukan sejak 9 tahun lalu. Pertumbuhan konsumsi untuk lahan dan menjamurnya bangunan-bangunan komersial secara langsung menjadi penyebab habisnya stok tanah untuk hunian di Jakarta.

"Jadi kalau Jakarta itu rumah susun harus, kita pernah menghitung tahun 2003 soal laju pertumbuhan kebutuhan tanah di Jakarta, hasilnya tahun 2013 lahan di Jakarta sudah penuh terisi," katanya kepada detikFinance, Selasa (6/3/2012)
http://finance.detik.com/read/2012/03/06/145843/1859108/1016/buruan-stok-tanah-untuk-rumah-di-jakarta-habis-di-2013

Ia mencontohkan beberapa tahun lalu, di Jakarta masih banyak lahan-lahan kumuh. Namun saat ini lahan-lahan itu nyaris sudah tak terlihat lagi, karena telah menjadi hunian mewah maupun pusat belanja. Selain itu, adanya kewajiban soal persentase lahan hijau yang harus dipenuhi pemerintah daerah menjadi salah satu penyebab berkurangnya lahan hunian di Jakarta.

"Maka di Jakarta mau tidak mau harus high rise (bangunan bertingkat) secara maksimal, misalnya 20 lantai, tetapi dibatasi koefisien luas bangunan (KLB) 3,5, kalau 6 nggak boleh," katanya.

Selain itu harga rumah termurah di Jakarta minimal Rp 250 juta per unit dengan lokasi di pinggiran Jakarta. Untuk kawasan-kawasan penopang Jakarta seperti kawasan antara Jakarta-Depok harga rumah termurah disana sudah mencapai Rp 150 juta per unit.

Review:
                Lahan di ibu kota sudah menunjukkan kata kritis, terbukti dari temuan riset oleh Kemenpera bahwa dalam tahun 2013 ketersediaan lahan untuk keperluan perumahan akan habis. Hal itu membuktikan betapa cepatnya pertumuhan populasi manusia di kota besar khususnya Jakarta. Pertumbuhan tersebut bukan hanya dikarenakan rasio natalitas yang lebih rendah daripada rasio mortalitas penduduk, namun yang menyumbang angka pertumbuhan populasi Jakarta terbesar adalah pendatang atau laju urbanisasi yang sangatlah besar, sengan anggapan masyarakat awam bahwa di kota besar seperti Jakarta lebih bisa menjanjikan ketersediaan lapangan kerja yang besar. Namun berbeda apabila kita tinjau dari Jakarta langsung, ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Di Jakarta ternyata banyak sekali pengangguran, sungguh berbeda apabila realitas yang sebenarnya terjadi dibandingkan dengan pengelihatan yang dihasilkan dari kaca mata orang pedesaan yang awam pada umumnya.
                Kekurangan lahan akan menimbulkan masalah baru bagi ibu kota. Mulai sekarang, adalah sebuah PR bagi pemerintah untuk menanggulangi hal tersebut. Apabila lahan untuk bermukim di Jakarta habis, maka mau ataupun tidak mau pemerintah harus menyediakan rusun atau apartemen yang layak bagi warga. Belum apabila kita menengok sejenak di permasalahan transportasi publik ibu kota. Ketersediaan busway dirasa kurang efektif untuk menanggulangi masalah kemacetan. Cengan semakin bertambahnya volume kendaraan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti Jakarta akan mengalami keberhentian total kendaraan. Jumlah kendaraan sudah jauh melebihi panjang jalan yang ada di ibu kota, sehingga kemacetan bukanlah sesuatu yang harus dikagetkan.
                Dengan berkurangnya lahan di Jakarta juga akan mempengaruhi kesejahteraan warga. Bisa kita lihat saja sekarang, banyak sekali terdapat perumahan kumuh di Jakarta. Dan perumahan tersebut dibangun tanpa adanya tatanan yang benar. Kerancuan penataan kota akan berdampak sendiri terhadap keberlangsungan sirkulasi kehidupan Jakarta. Jalanan menjadi semakin macet dan padat merayap, permukiman kumuh akan terus berkembang, lahan kosong akan semakin terdegradasi, dan estetika kotapun bisa hilang.
                Sudah selayaknya kita sebagai calon planner mulai berpikir akan hal tersebut. Kita harus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, memperjuangkan permukiman yang layak dan kota yang indah dan nyaman. Oleh karena itu, kita harus belajar dengan tekun dan berusaha sekuat mungkin memikirkan keberlangsungan ibu kota tercinta. Jakarta harus bisa menyediakan permukiman layak, lingkungan bersih, taman -taman kota, lahan-lahan hijau,dan jalanan yang nyaman tanpa adanya kemacetan. Mari belajar dengan tekun dan wujudkan itu semua, sehingga bukan hanya sekedar menjadi angan dan mimpi semata.

Senin, 01 Oktober 2012

Urban and Regional Planning


Urban Planning

Urban planning (urban, city, and town planning) is a technical and political process concerned with the control of the use of land and design of the urban environment, including transportation networks, to guide and ensure the orderly development of settlements and communities. It concerns itself with research and analysis, strategic thinking, architecture, urban design, public consultation, policy recommendations, implementation and management.
A plan can take a variety of forms including strategic plans, comprehensive plans, neighborhood plans, regulatory and incentive strategies, or historic preservation plans. Planners are often also responsible for enforcing the chosen policies.
The modern origins of urban planning lie in the movement for urban reform that arose as a reaction against the disorder of the industrial city in the mid-19th century. Urban planning can include urban renewall, by adapting urban planning methods to existing cities suffering from decline. In the late-20th century, the term sustainable development has come to represent an ideal outcome in the sum of all planning goals.

Regional Planning

Regional planning deals with the efficient placement of land use activities, infrastructure, and settlement growth across a larger area of land than an individual city or town. The related field of urban planning deals with the specific issues of city planning. Both concepts are encapsulated in spatial planning using a eurocentric definition.

wikipedia.com

Rabu, 26 September 2012

Latihan Supporter

Seru juga rupanya latihan supporter,
bisa teriak teriak sesukanya,
tambah semangat rasanya,
wooooo!
PLANOLOGI JAYAAAA!!!!

Selasa, 25 September 2012

Mars Planologi 2012

Mars Planologi 2012

Berantai tangan bersatu
Api berkobar dalam hati kita
Hentakkan kaki kita Ha!Ha!Ha!
Melangkah arungi jaman

Dua ribu dua belas
Dalam naungan Teknik Planologi
Bersama keluarga Diponegoro
Kami mahasiswa Indonesia

Berjuang berkarya membangaun bangsa
Bersatu padu junjung Almamater kita
Merencanakan masa depan dunia
Jayalah Planologi jaya!

Foto Angkatan

Beberapa hari yang lalu gau sama temen temen gua foto angkatan bersama di Semarang.
nih listnya...
Kampus Planologi UNDIP

Depan Gedung Widya Puraya

Tugu Muda Semarang

Kuil Tai Kak Sie

Simpang Lima Semarang

Hari Pertama Belajar Blogging

Wah wah...
emang susah sih, tapi ternyata sik juga mainan blog.
cuman balik lagi ke contents'nya, harus milih milih yang bener, kalau ga, takut ntar berabe...

Blog Pertama Saya

Ini adalah blog pertama saya.
semoga bisa bermanfaat buat ke depannya...

Blog of RyanDaris