Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera)
pernah melakukan riset soal ketersedian lahan untuk hunian di Jakarta.
Hasil riset itu menyimpulkan pasokan tanah untuk kepentingan hunian akan
habis pada 2013.
Deputi Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan
Marpaung mengatakan perhitungan itu sudah dilakukan sejak 9 tahun lalu.
Pertumbuhan konsumsi untuk lahan dan menjamurnya bangunan-bangunan
komersial secara langsung menjadi penyebab habisnya stok tanah untuk
hunian di Jakarta.
"Jadi kalau Jakarta itu rumah susun harus,
kita pernah menghitung tahun 2003 soal laju pertumbuhan kebutuhan tanah
di Jakarta, hasilnya tahun 2013 lahan di Jakarta sudah penuh terisi,"
katanya kepada detikFinance, Selasa (6/3/2012)
http://finance.detik.com/read/2012/03/06/145843/1859108/1016/buruan-stok-tanah-untuk-rumah-di-jakarta-habis-di-2013
Ia mencontohkan beberapa tahun lalu, di Jakarta masih banyak
lahan-lahan kumuh. Namun saat ini lahan-lahan itu nyaris sudah tak
terlihat lagi, karena telah menjadi hunian mewah maupun pusat belanja.
Selain itu, adanya kewajiban soal persentase lahan hijau yang harus
dipenuhi pemerintah daerah menjadi salah satu penyebab berkurangnya
lahan hunian di Jakarta.
"Maka di Jakarta mau tidak mau harus high rise (bangunan
bertingkat) secara maksimal, misalnya 20 lantai, tetapi dibatasi
koefisien luas bangunan (KLB) 3,5, kalau 6 nggak boleh," katanya.
Selain itu harga rumah termurah di Jakarta minimal Rp 250 juta per unit
dengan lokasi di pinggiran Jakarta. Untuk kawasan-kawasan penopang
Jakarta seperti kawasan antara Jakarta-Depok harga rumah termurah disana
sudah mencapai Rp 150 juta per unit.
Review:
Lahan di ibu kota sudah menunjukkan kata kritis, terbukti dari temuan
riset oleh Kemenpera bahwa dalam tahun 2013 ketersediaan lahan untuk
keperluan perumahan akan habis. Hal itu membuktikan betapa cepatnya
pertumuhan populasi manusia di kota besar khususnya Jakarta. Pertumbuhan
tersebut bukan hanya dikarenakan rasio natalitas yang lebih rendah
daripada rasio mortalitas penduduk, namun yang menyumbang angka
pertumbuhan populasi Jakarta terbesar adalah pendatang atau laju
urbanisasi yang sangatlah besar, sengan anggapan masyarakat awam bahwa
di kota besar seperti Jakarta lebih bisa menjanjikan ketersediaan
lapangan kerja yang besar. Namun berbeda apabila kita tinjau dari
Jakarta langsung, ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Di Jakarta
ternyata banyak sekali pengangguran, sungguh berbeda apabila realitas
yang sebenarnya terjadi dibandingkan dengan pengelihatan yang dihasilkan
dari kaca mata orang pedesaan yang awam pada umumnya.
Kekurangan lahan akan menimbulkan masalah baru bagi ibu kota. Mulai
sekarang, adalah sebuah PR bagi pemerintah untuk menanggulangi hal
tersebut. Apabila lahan untuk bermukim di Jakarta habis, maka mau
ataupun tidak mau pemerintah harus menyediakan rusun atau apartemen yang
layak bagi warga. Belum apabila kita menengok sejenak di permasalahan
transportasi publik ibu kota. Ketersediaan busway dirasa kurang efektif
untuk menanggulangi masalah kemacetan. Cengan semakin bertambahnya
volume kendaraan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti Jakarta akan
mengalami keberhentian total kendaraan. Jumlah kendaraan sudah jauh
melebihi panjang jalan yang ada di ibu kota, sehingga kemacetan bukanlah
sesuatu yang harus dikagetkan.
Dengan
berkurangnya lahan di Jakarta juga akan mempengaruhi kesejahteraan
warga. Bisa kita lihat saja sekarang, banyak sekali terdapat perumahan
kumuh di Jakarta. Dan perumahan tersebut dibangun tanpa adanya tatanan
yang benar. Kerancuan penataan kota akan berdampak sendiri terhadap
keberlangsungan sirkulasi kehidupan Jakarta. Jalanan menjadi semakin
macet dan padat merayap, permukiman kumuh akan terus berkembang, lahan
kosong akan semakin terdegradasi, dan estetika kotapun bisa hilang.
Sudah selayaknya kita sebagai calon planner mulai berpikir akan hal
tersebut. Kita harus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,
memperjuangkan permukiman yang layak dan kota yang indah dan nyaman.
Oleh karena itu, kita harus belajar dengan tekun dan berusaha sekuat
mungkin memikirkan keberlangsungan ibu kota tercinta. Jakarta harus bisa
menyediakan permukiman layak, lingkungan bersih, taman -taman kota,
lahan-lahan hijau,dan jalanan yang nyaman tanpa adanya kemacetan. Mari
belajar dengan tekun dan wujudkan itu semua, sehingga bukan hanya
sekedar menjadi angan dan mimpi semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar